3 Peran Terbesar Guru dalam Pelaksanaan Penilaian Literasi dan Numerasi

literasi dan numerasi

Pelaksanaan KBM, khususnya yang melibatkan kompetensi literasi dan numerasi, melewati 3 proses, yakni penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, serta pelaksanaan penilaian atau asesment. Penilaian umumnya berada di akhir pembelajaran, lebih tepatnya semester untuk mengukur kemampuan siswa secara menyeluruh. Bahkan hasil asesment tersebut bermanfaat dalam program evaluasi bulanan di lembaga.

Dalam pelaksanaan asesment, tentu tiap guru mengharapkan hasil yang bagus. Maka, guru harus menerapkan beberapa peran berikut agar hasil asesment literasi numerasi berjalan lancar dengan hasil yang tidak mengecewakan.

Perencanaan Tes

Salah satu alat ukur tercapai atau tidaknya sebuah asesment adalah tes. Untuk melaksanakan tes, perencanaannya harus tepat dan terstruktur. Bagaimana ciri tes yang baik? Tes dikatakan baik apabila menyajikan butiran soal yang sesuai dengan kompetensi yang telah siswa pelajari sebelumnya secara representatif.

Maka, guru harus mempertimbangkan dengan baik saat hendak menyusun tiap butir soal. Semua itu berlandaskan teori atau konsep dalam tes serta keterkaitannya dengan bidang pengetahuan lainnya. Sebelum menjabarkan butir soal, guru memerlukan kisi soal. Kisi tersebut yang akan menjadi acuan dalam penyusunan lembar soal.

Berbicara tentang kisi soal, apa yang termuat di dalamnya? Tentu saja beragam. Ada beberapa informasi seperti materi tes sesuai dengan kompetensi dasar, jumlah soal yang wajib atau dibutuhkan, level kesulitan soal, hingga kesesuaian antara indikator pencapaian dan kompetensi dasar.

Mengganti Strategi dan Pola Mengajar

Sebagai guru, Anda punya kewajiban untuk menciptakan proses belajar yang baik dan efektif. Maka, mulailah dengan menyusun pola ajar yang menarik. Jika dulu Anda hanya mengajar dengan sistem ceramah yang terasa monoton, ubahlah suasana menjadi lebih interaktif. Sehingga, pembelajaran akan terasa sangat seru dan menyenangkan.

Dalam kegiatan KBM, di pelajaran apapun itu, cobalah untuk memasukkan unsur literasi numerasi. Ini akan membuat siswa terbiasa dengan model soal AKM. Yang pasti, pembelajaran tetap harus dikemas semenarik mungkin.

Selain menarik, pembelajaran tetap harus sesuai dengan ketentuan atau kebijakan Kemendikbud. Sebelum istilah literasi dan numerasi dalam AKM populer, Anda pasti sudah mengenal istilah HOTS. Inilah kesempatan untuk membangun pola ajar menarik, interaktif, namun tetap berpedoman pada konsep HOTS. Dengan begitu, pembelajaran literasi numerasi pun semakin terarah dan membuahkan hasil yang memuaskan. Siswa pun akan siap menghadapi asesmen yang sesungguhnya.

Pola ajar juga berkaitan dengan karakter, baik karakter guru ataupun siswa. Maka, yang paling utama adalah Anda harus menjaga sikap karena sikap Anda adalah pengaruh besar bagi siswa dan suasana kelas. Ketika Anda membawa karakter baik, maka siswa akan berlaku baik, pembelajaran berjalan lancar, bahkan asesment juga berhasil. Sebaliknya, ketika pembawaan sikap Anda buruk, siswa akan kecewa dan ikut berlaku buruk sehingga pembelajaran serta penilaian tidak berjalan sesuai harapan.

Melalukan Asesment di Awal Pembelajaran

Bagaimana maksudnya? Asesment yang dimaksud di sini adalah asesmen per mata pelajaran dengan unsur literasi numerasi dan juga karakter. Jauh sebelum pelaksanaan ujian yang sesungguhnya, Anda bisa melakukannya terlebih dulu sebagai uji coba sejauh mana kemampuan siswa. Dengan begitu, Anda bisa menyusun perencanaan untuk hari, minggu, bahkan tahun selanjutnya dengan strategi khusus yang bisa menciptakan pembelajaran dan penilaian yang lebih baik.

Itulah beberapa peran guru untuk menyukseskan pelaksanaan asesment literasi dan numerasi demi mensukseskan pendidikan yang lebih maju di negeri ini. Cobalah untuk menjalankannya dengan bijak agar harapan bersama bisa terwujud. Jika telah berhasil, Anda pun tetap harus meningkatkannya dari tahun ke tahun agar kualitas siswa juga sekolah tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.